Makanan Penyebab Kista Yang Wajib Dihindari

Makanan Penyebab Kista Yang Wajib Dihindari

aocrp-4.org – Makanan Penyebab Kista Yang Wajib Dihindari. Kista adalah kantung atau kapsul yang terbentuk di kulit atau di dalam tubuh. Kista dapat mengandung bahan cair atau setengah padat. Meskipun kista dapat muncul di mana saja di tubuh, kista paling sering terdapat di kulit, ovarium, payudara, atau ginjal. Kebanyakan kista tidak bersifat kanker, seperti yang dikutip dari Harvard Health Publishing.

Ukuran kista bervariasi dari mikroskopis hingga sangat besar. Kista yang sangat besar dapat menggantikan organ dalam. Mayoritas kista bersifat jinak, tetapi beberapa kista juga dapat bisa bersifat kanker atau prakanker.

Kista bukanlah bagian normal dari jaringan tempatnya berada. Kista memiliki membran yang berbeda dan dipisahkan dari jaringan di dekatnya. Bagian luar (kapsul) kista disebut dinding kista. Jika kantung berisi nanah, kista terinfeksi dan akan berubah menjadi abses.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai apa itu kista dan jenis kista yang paling umum menyerang, yakni kista ovarium beserta makanan penyebab kista ovarium yang wajib dihindari.

Jenis-Jenis Kista

1. Kulit

Terdapat dua jenis kista yang biasanya terjadi di bawah kulit, yakni kista epidermoid dan kista sebasea. Keduanya biasanya muncul sebagai benjolan halus berwarna daging atau kuning keputihan.

Kista epidermoid terbentuk ketika sel kulit permukaan bergerak lebih dalam ke dalam kulit dan berkembang biak. Sel-sel ini membentuk dinding kista dan mengeluarkan zat lunak kekuningan yang disebut keratin, yang mengisi kista.

Kista sebasea terbentuk di dalam kelenjar yang mengeluarkan zat berminyak yang disebut sebum. Ketika sekresi kelenjar normal terperangkap, mereka bisa berkembang menjadi kantong berisi zat kental seperti keju. Tempat umum kemunculan jenis kista ini termasuk bagian belakang leher, punggung atas dan kulit kepala.

 

Makanan Penyebab Kista Yang Wajib Dihindari

 

2. Pergelangan tangan

Kista di pergelangan tangan atau kista ganglion berkembang menjadi bengkak yang kenyal atau lunak, biasanya sebagai respons terhadap cedera ringan yang memicu kelebihan cairan sendi untuk berkumpul dalam struktur seperti kantung di sebelah sendi. Kista ganglion juga bisa terjadi di jari tangan atau kaki.

3. Lutut 

Kista Baker adalah kantung berisi cairan sendi yang terkumpul di belakang tekukan lutut. Karena lokasinya, kista ini bisa menyebabkan sendi lutut terasa bengkak atau kencang. Pada kebanyakan orang, kista Baker terkait dengan artritis atau cedera lutut.

4. Ovarium

Folikel ovarium yang tidak melepaskan sel telurnya dapat membentuk kista di ovarium. Kista ini tidak berbahaya dan biasanya hilang setelah dua hingga tiga bulan.

5. Payudara

Benjolan payudara bisa berupa kistik atau padat. Kista payudara hampir selalu jinak (non-kanker).

6. Vagina

Kista kelenjar Bartholin dapat berkembang di salah satu kelenjar Bartholin, yang terletak tepat di dalam saluran vagina dan menghasilkan cairan pelumas pelindung. Penumpukan sekresi atau infeksi di dalam salah satu kelenjar Bartholin dapat menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk kista.

7. Serviks

Kista nabothian berkembang ketika salah satu kelenjar mukosa serviks tersumbat.

8. Ginjal

Kista soliter (juga dikenal sebagai kista sederhana) adalah jenis yang paling umum. Jenis kista ini muncul sebagai kantong berisi cairan dan biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Sekitar 25% orang Amerika yang berusia di atas 50 tahun memiliki jenis kista ini.

Beberapa orang mewarisi kecenderungan untuk mengembangkan banyak kista ginjal, suatu kondisi yang disebut penyakit ginjal polikistik, yang sering kali menyebabkan tekanan darah tinggi dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

 

Dibuat oleh – Cahyono Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *