Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Saat Hamil

Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Saat Hamil

aocrp-4.org –¬†Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Saat Hamil.Keputihan saat hamil sebetulnya merupakan hal yang wajar. Ini disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen dalam tubuh sehingga membuat vagina lebih lembap. Normalnya, keputihan berwarna bening atau putih susu dengan bau yang ringan.

Akan tetapi, sebagian ibu hamil mengeluarkan keputihan berwarna kuning. Terkadang, disertai pula oleh rasa gatal, bau busuk, maupun gejala lainnya yang bisa mengindikasikan adanya masalah. Lantas, apa penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil?

Keputihan berwarna kuning dapat menjadi tanda terjadinya infeksi. Dikhawatirkan hal tersebut akan berdampak pada kehamilan Anda. Adapun penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil, di antaranya:

Kehamilan bisa mengganggu keseimbangan pH vagina yang memicu terjadinya infeksi jamur. Infeksi tersebut dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning saat hamil. Di mana teksturnya tebal dan tak berbau menyerupai keju cottage. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan gatal di dalam dan sekitar vagina, sensasi terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks, serta pembengkakan dan kemerahan pada vulva.

Sebuah studi pada tahun 2015 mengindikasikan bahwa infeksi jamur dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan, seperti ketuban pecah dini, persalinan prematur, korioamnionitis (infeksi pada lapisan dan cairan ketuban), serta kandidiasis kulit bawaan yang ditandai dengan ruam kulit.

Vaginosis bakterialis terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri dalam vagina di mana bakteri jahat lebih banyak jumlahnya daripada bakteri baik. Kondisi ini bisa menyebabkan keluarnya keputihan berwarna kuning, rasa gatal di dalam dan sekitar vagina, bau yang tak sedap, ketidaknyamanan pada vagina, dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Apabila ibu hamil terkena vaginosis bakterialis, maka ia lebih berisiko mengalami persalinan prematur, ketuban pecah dini, korioamnionitis, berat lahir bayi rendah, dan endometritis (peradangan dinding rahim akibat infeksi).

 

Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Saat Hamil

 

Gonore juga bisa menjadi penyebab keputihan berwarna kuning saat hamil. Ini adalah penyakit menular seksual yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Meski sebagian wanita yang terinfeksi gonore tak menunjukkan gejala, namun sebagian lain bisa mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seks, pembengkakan pada vulva, sering buang air kecil, dan demam.

Gonore yang tidak diobati selama kehamilan bisa meningkatkan risiko keguguran, ketuban pecah dini, korioamnionitis, persalinan prematur, dan berat bayi lahir rendah. Ketika melewati jalan lahir, bayi dapat terinfeksi gonore yang bisa berbahaya untuknya.

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit protozoa Trichomonas vaginalis. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini dapat menunjukkan gejala berupa keputihan berwarna kuning dengan bau tak sedap, vagina terasa nyeri dan gatal, tidak nyaman saat buang air kecil maupun berhubungan seks, serta kemerahan pada vagina. Anda juga lebih mungkin melahirkan prematur dan memiliki bayi dengan berat lahir rendah bila terkena trikomoniasis.

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini bisa menyebar melalui seks penetrasi vagina, anal, dan oral. Sebagian wanita yang menderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, sebagian lain mungkin mengalami keputihan berwarna kuning yang berbau menyengat, sering buang air kecil, tidak nyaman saat berhubungan seks, dan nyeri pada perut bagian bawah.

Infeksi klamidia yang tak diobati telah dikaitkan dengan komplikasi kehamilan yang meliputi, persalinan prematur, ketuban pecah dini, dan berat lahir bayi rendah. Tak hanya itu, dalam proses persalinan bayi juga mungkin terinfeksi sehingga menyebabkan infeksi paru-paru dan mata.

Selama kehamilan, perhatikan hal apapun yang tak biasa terjadi. Jika Anda mengalami keputihan berwarna kuning, sebaiknya periksakan diri pada dokter apalagi bila disertai bau menyengat, rasa gatal, nyeri, dan gejala lainnya.

Dokter akan menentukan penyebabnya dan memberi perawatan yang tepat dengan segera agar kehamilan Anda tetap aman. Jangan sampai mengonsumsi atau menggunakan obat sembarangan karena dikhawatirkan bisa berbahaya bagi Anda maupun janin.

 

Dibuat oleh – Cahyono Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *