Gelombang Baru COVID19 Picu Panic Buying

Gelombang Baru COVID19 Picu Panic Buying

aocrp-4.org – Gelombang Baru COVID19 Picu Panic Buying. Fenomena panic buying kembali terjadi di Melbourne, Australia, pada tadi malam (7/7). Antrean panjang mengular di kasir dan pintu masuk berbagai supermarket, sejumlah rak pun tampak kosong telah diborong oleh warga.

“Ini adalah jumlah kasus baru yang sangat tinggi,” kata Perdana Menteri negara bagian Victoria, Daniel Andrews.

Warga serentak menyerbu supermarket untuk menyetok produk penting, mulai dari tisu toilet, makanan, hingga bir. Pemandangan ini sebelumnya terlihat ketika warga panik pada lockdown pertama di awal masa pandemi Covid-19.

Alasan di balik perilaku kali ini masih menjadi misteri, terutama karena lockdown ke-2 ini tidak melarang orang untuk berbelanja ke supermarket. Selain itu, warga masih bisa pergi bekerja atau sekolah (namun tidak ke luar negara bagian), untuk memberi dan menerima perawatan kesehatan, serta ke luar rumah untuk berolahraga.

Restoran dan kafe hanya akan dibuka untuk melayani order dibawa pulang, namun tempat hiburan dan budaya akan ditutup kembali, bersama dengan salon kecantikan.

Banyak warganet mengutuk para pembeli yang panik, mereka dituduh jadi alasan dibalik adanya kelangkaan bahan baku yang diperlukan banyak orang.

Walhasil, sejumlah supermarket telah membatasi pembelian barang-barang seperti beras, tepung, gula, susu, daging,, dan hand sanitizer, menjadi hanya dua per pelanggan guna mencegah kehabisan stok. Khusus produk tisu, setiap pembeli hanya dapat mengambil satu pak saja.

 

Gelombang Baru COVID19 Picu Panic Buying

 

Kekacauan tak hanya terjadi di supermarket, polisi telah menerapkan pos penjagaan di perbatasan pintu masuk negara bagian Victoria dan NSW. Ribuan petugas gabungan polisi dan tentara telah dikerahkan untuk membantu menegakkan lockdown.

Kebijakan darurat ini mengejutkan banyak warga ketika hendak pergi bekerja, sebab mereka tak bisa masuk atau pun keluar, kecuali mereka memenuhi kriteria yang ketat.

Antrean panjang kendaraan pun terjadi pada pagi hari tadi, ratusan mobil dipaksa memutar balik akibat peraturan lockdown baru ini. Kendaraan polisi berbaris di depan antrian dengan petugas memeriksa dokumen pada setiap penumpang mobil.

Sementara itu, bar dan hotel di Melbourne malam tadi menyajikan makanan dan minuman terakhir mereka. Hanya beberapa minggu setelah diizinkan buka kembali, para pemilik bar dan hotel harus menerima kenyataan untuk tidak beroperasi selama satu bulan lebih ke depan.

Sejumlah pemilik hotel mengeluhkan tak ada sinyal atau pemberitahuan lebih dulu dari pemerintah, yang baru mengumumkan penerapan lockdown pada kemarin siang. Agar persediaan makanan yang baru mereka beli tak sia-sia, mereka memberikannya pada komunitas yang membutuhkan.

Hingga kini Australia telah melaporkan lebih dari 8.700 kasus positif Covid-19, lebih dari seperempatnya berasal dari negara bagian Victoria.

 

Dibuat oleh – Cahyono Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *