Soal Target Olimpiade Hendra Setiawan Apa Ajalah Medalinya

Soal Target Olimpiade Hendra Setiawan Apa Ajalah Medalinya

acrop-4.org – Soal Target Olimpiade Hendra Setiawan Apa Ajalah Medalinya, Hendra Setiawan berharap Olimpiade Tokyo 2020 bisa berjalan dan berlangsung dengan tepat waktu. Tentu saja setelah wabah virus korona alias Covid-19 resmi berakhir.

Bersama partnernya, Mohammad Ahsan dan seluruh pemain Indonesia yang berlaga di All England 2020, Hendra sedang dalam masa karantina di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Hendra yang 25 Agustus mendatang berusia 36 tahun itu mengaku khawatir jika bermain di tengah wabah yang belum rampung.

“Olimpiade kan masih bulan Juli, kita nggak tahu ke depannya gimana perkembangan virus ini. Semoga saja sudah selesai. Jadi, bisa main di Olimpiade dengan tenang. Saya juga was-was kalau harus bertanding pada Olimpiade Tokyo di tengah wabah virus korona,” kata Hendra seperti dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia alias BWF memutuskan untuk mengakhiri kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Tima turnamen pamungkas dibatalkan. Dengan kata lain, All England 2020 adalah kejuaraan terakhir yang masih masuk jendela kualifikasi.

Lima turnamen terbaru yang batal adalah Croatian International, Peru International, Kejuaraan Eropa, Kejuaraan Asia, dan Pan Am Championship.

“Situasi sekarang nggak sesuai buat dilakukan pertandingan, untungnya kualifikasi sudah ditunda semua, baguslah.” kata Hendra mengomentari putusan BWF itu.

“Bagi saya dan Ahsan juga nggak masalah karena kami sudah memastikan tiket ke Olimpiade,” imbuhnya.

Hendra pernah punya prestasi puncak dengan meraih emas pada Olimpiade Beijing 2008 saat berpasangan dengan Markis Kido. Dengan Ahsan, Hendra juga ingin memberikan sumbangan besar untuk Indonesia di Tokyo 2020.

“Target pulang bisa bawa medali ke Tanah Air, apa ajalah medalinya,” ucap juara dunia empat kali itu.

Pada All England 2020, Hendra/Ahsan yang berstatus juara bertahan, tumbang di perempat final. Mereka dikalahkan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 19-21, 18-21.

Pada akhirnya Endo/Watanabe menjadi juara turnamen tertua di dunia itu. Mereka mencatat sejarah sebagai ganda putra pertama Jepang yang menjadi kampiun All England

Dibuat oleh – Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *