Gua Yang Dipenuhi Kelelawar Liar Diteliti

Gua Yang Dipenuhi Kelelawar Liar Diteliti

aocrp-4.org –¬†Gua Yang Dipenuhi Kelelawar Liar Diteliti.Gua tersembunyi yang terletak di hutan belantara Tiongkok, menarik perhatian para peneliti. Gua tersebut merupakan habitat kelelawar liar. Seperti diketahui, virus Korona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok, yang kini dikenal dengan nama COVID-19, diduga berasal dari kelelawar yang dijual di pasar hewan liar.

Gua yang penuh dengan kelelawar liar itu diharapkan dapat menjadi jawaban bagi para ilmuwan yang frustrasi untuk memecahkan teka-teki asal dari Coronavirus. Lokasi gua itu sendiri masih rahasia. Hal tersebut seperti dilansir dari Mirror.

Akan tetapi beberapa tahun yang lalu sekelompok ilmuwan juga meneliti sebuah gua di Provinsi Yunnan. Mereka kemudian mendapat penemuan aneh di dalam darah orang-orang yang tinggal di sekitar gua tersebut. Gua itu sendiri dipenuhi dengan kelelawar liar yang membawa Coronavirus terkait penyakit SARS. Dan, hasil tes darah pada penduduk yang tinggal di dekat gua mengungkapkan bahwa kemungkinan besar memiliki kekebalan.

 

Gua Yang Dipenuhi Kelelawar Liar Diteliti

 

Laporan-laporan sebelumnya mengatakan para peneliti telah mencatat bahwa virus seperti SARS dapatmenular dari kelelawar ke manusia. Gua yang dipenuhi kelelawar itu dapat menjadi kunci bagi para ilmuwan untuk menemukan solusi memerangi wabah COVID-19.

Virus Korona jenis baru itu kini telah menyusul efek SARS dalam hal jumlah kematian. Seperti diketahui sudah melampaui wabah SARS sebelumnya. Penelitian sebelumnya mencatat bahwa koloni kelelawar di dalam gua bisa menjadi sumber virus Korona yang mirip dengan wabah SARS pada saat itu dan menewaskan 774 orang serta menginfeksi lebih dari 8 ribu orang di seluruh dunia.

Pada 2017, ahli virologi menetapkan hasil temuan kedua setelah lima tahun penelitian yang berpusat di gua di Yunnan. Kini, peneliti menyelidiki sampel tinja kelelawar. Mereka menemukan Coronavirus dalam 4 spesies kelelawar yang berbeda, termasuk satu virus dengan genom 96 persen identik dengan virus yang pertama kali ditemukan pada manusia di Wuhan, Desember 2019.

Virus yang ditemukan dalam kelelawar memiliki kesamaan genetik dengan virus pembunuh COVID-19. Laporan awal tentang Coronavirus jenis baru berasal dari pasar makanan berupa hewan-hewan liar di Wuhan. Diduga dikaitkan dengan kelelawar. Namun, para ilmuwan sedang menyelidiki apakah virus itu juga berasal dari sejumlah hewan lain seperti ular dan trenggiling.

 

Dibuat oleh – Cahyono Aocrp-4.org

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *