Kreasikan Bahan Serba dari Alam, Sempat Singgah ke Amerika

Kreasikan Bahan Serba dari Alam, Sempat Singgah ke Amerika

Kreasikan Bahan Serba dari Alam, Sempat Singgah ke Amerika

Aocrp-4.org –  Kreasikan Bahan Serba dari Alam, Sempat Singgah ke Amerika, Perempuan tak melulu mengurus rumah tangga, mereka bisa berkreasi dalam banyak hal. Seperti Nur Dzaedzatul Hikmah, wanita yang menggagas pembuatan kain eco print. Uniknya, keseluruhan bahan didapatkan dari lingkungan sekitar. Hasil kreasinya ini bahkan sempat ‘singgah’ ke luar negeri.

Tumbuhan di alam lingkungan sekitar memang cukup beragam. Beberapa di antaranya yang tumbuh liar bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Bahkan, tak sedikit yang bisa menjadi ladang bisnis menjanjikan.

Seperti dedaunan misalnya. Beberapa daun memiliki khasiat dalam pengobatan. Namun, di tangan Nur Dzaedzatul Hikmah, sejumlah jenis dedaunan bisa disulapnya menjadi media untuk membuat mahakarya bernilai ekonomis.

Sebenarnya yang dilakukan ibu dua anak itu cukup sederhana. Dia memanfaatkan dedaunan sebagai media utama dalam menciptakan motif kain. Hasilnya, cetakan yang mengusung khas dari alam itu tak kalah tenar dari batik tulis sutra. “Karena semuanya berasal dari alam, mulai dari pewarna, media cetaknya, hingga prosesnya,” kata Hikmah, membuka pembicaraan saat ditemui Aocrp-4.org Jember.

Ia mengungkapkan, ide kreatifnya itu bermula saat dirinya menghadiri sebuah ekspo di Surabaya pada 2018 kemarin. Dengan modal itu pula, dia memberanikan diri mengikuti pelatihan eco print via daring (online) dengan dipandu seorang instruktur dari Malang. Tak butuh waktu lama, seusai mengikuti pelatihan itu, Hikmah pun mulai coba-coba mengkreasikan berbagai dedaunan menjadi kain yang memiliki motif cukup menarik.

Menurutnya, dedaunan yang biasa ditemui di sekitar rumahnya di Jalan Singosari, Kelurahan Kebonsari, itu cukup banyak. Selama ini dedaunan itu hanya tumbuh liar di pekarangan warga dan sekitar rumahnya sendiri. Seperti daun-daun jati, jarak, kersen, pepaya, jambu, waru, dan dedaunan lain. “Daun-daun itu yang ditempelkan ke kain untuk mendapatkan motif yang kuat, warna alami, dan aroma khas dedaunan,” ujarnya.

Kreasikan Bahan Serba dari Alam, Sempat Singgah ke Amerika

Sebelum menuangkan dedaunan itu, terlebih dahulu dirinya menyiapkan secarik kain dari jenis katun ataupun sutra. Kain tersebut direndam menggunakan detergen bubuk selama satu malam untuk menghilangkan zat kimia di serat kain, serta agar mudah meresap warna. Setelah itu, kain dibilas dan kembali direndam dengan air cuka, tawa, atau cundung untuk mendapatkan warna yang diinginkan.

Sementara itu, untuk pewarnanya, Hikmah juga menggunakan bahan serba alami, yaitu dari pohon yang bergetah. Seperti dari getah kayu mahoni, tingi, secang, ijolawe, kulit manggis, dan lain-lain. Menurutnya, pewarna dari alam itu kuat dan tahan lama. “Prosesnya ditempelkan ke daun lalu ditutup dengan plastik dan diinjak-injak agar mengeluarkan getah. Setelah itu, baru dikukus selama dua jam,” jelasnya.

Hikmah mengaku, beberapa percobaannya itu ada yang gagal, terdapat warna yang kurang kuat. Namun, bukan berarti olahan gagalnya itu tidak berarti sama sekali. Karena ketidakteraturan warna dan motif membuat kain semakin kental dengan nuansa khas alamnya.

“Setelah tahapan itu selesai, ada tahapan finishing atau penguncian warna. Jika butuh hasil yang sempurna memang harus bersabar, karena proses awal sampai penguncian itu bisa memakan waktu dua minggu,” imbuh wanita berhijab tersebut.

Jika menengok ke rumahnya, sepintas tidak ada alat-alat khusus dalam pembuatan kain eco print itu. Sebab, alat yang dibutuhkan cukup sederhana. Hanya kompor, panci, hingga jemuran kain biasa.

Soal pemasaran, Hikmah belum kehabisan cara. Ia memanfaatkan pasar daring. Produknya itu dijual ke beberapa daerah luar Jember. Sebab, menurutnya, pasar di luar daerah lebih prospektif. “Kalau lokal sekitar Jember ndak ngangkat, terlalu mahal mungkin,” paparnya.

Selain itu, dirinya tidak pernah absen dalam event pameran atau bazar untuk mem-branding produknya. Hikmah menyadari, sebagai pelaku bisnis rumahan, tak banyak hal yang bisa dilakukan selain menggunakan teknologi dalam mengakses informasi dan transaksi.

Dibuat oleh – Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *