Batasi Mengonsumsi Santan Ini Efeknya bagi Darah dan Tubuh

Batasi Mengonsumsi Santan Ini Efeknya bagi Darah dan Tubuh

aocrp-4.org – Batasi Mengonsumsi Santan Ini Efeknya bagi Darah dan Tubuh, yang tidak kenal dan menggemari makanan olahan santan? Rendang, gulai merupakan beberapa makanan olahan santan
yang menjadi primadona masyarakat. Tapi tahukan anda apa gizi yang terkandung di dalam santan?

Dosen Gizi Stikba Jambi Nurfarida Rahmawati, S.Gz, Dietizien, menjelaskan santan merupakan hasil ekstraksi
dari kelapa yang sudah diparut. Baik dipakai air atau tidak, kelapa yang diparut pada dasarnya akan menghasilkan santan.

“Bedanya, kalau tidak pakai air jadi santan kental sedangkan pakai air menjadi santan encer,” katanya beberapa waktu lalu.

Dalam makanan, santan berfungsi untuk menambah citarasa. Baik aroma, kegurihan makanan maupun tekstur. Selain itu
santan juga bisa menambah nilai gizi karena kandungan lemak yang cukup banyak di dalamnya.

“Dalam 100 gram santan mengandung sekitar 229 kalori. Efeknya buat tubuh menjadi sumber lemak,” kata Nurfarida.

Maka manfaat lemak yang didapat seperti pelarut vitamin A, D dan K. Selain itu, lemak juga tentu sebagai sumber
energi dan sebagai bantalan orang-organ tubuh lainnya seperti jantung.

Namun ternyata dalam santan juga mengandung asam lemak jenuh, Meski tidak dilarang untuk mengonsumsi santan,
namun Nurfarida menyarankan agar pemakaiannya tidak berlebihan. “Yang mana memiliki efek samping jika terlalu
banyak dikonsumsi bisa meningkatkan kolesterol dalam darah,” katanya.

Dikutip dari berbagai sumber di balik rasanya yang gurih, kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, membuat santan menjadi bahan makanan yang kurang ideal untuk menjaga berat badan.

Batasi Mengonsumsi Santan Ini Efeknya bagi Darah dan Tubuh

Santan kental memberikan asupan kalori yang cukup tinggi, yaitu sekitar 700 kilo kalori per 250 cc (semangkuk
kecil) atau 50-60 kilo kalori per sendok. Jadi, bila Anda sedang dalam program menurunkan berat badan, sebaiknya hindari makanan yang mengandung santan.

Selain itu kombinasi asam lemak jenuh dan lemak trans dalam santan, berpotensi meningkatkan kadar kolesterol
dan trigliserida darah. Kondisi ini melipatgandakan ancaman munculnya gangguan kesehatan seperti stroke dan
serangan jantung. Penggunaan santan encer memang bisa sedikit membantu mengurangi sifat kurang sehatnya, tapi pengaruhnya akan tetap sama dalam waktu lama.

Bebas Tiga Cemaran
SELAIN kandungan lemak yang cukup tinggi, masyarakat sebagai konsumen juga mesti teliti dan pintar untuk
mengkonsumsi santan, apalagi santan yang instan.
Hal ini untuk menghindari mengkonsumsi santan yang
dicampur dengan bahan kimia pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.

Penggunaan bahan tambahan pada pangan sebenarnya sah-sah saja, hanya saja penggunaannya mesti seseuai dengan
ketentuan.”Dalam hal ini ada permenkes terkait bahan tambahan pangan tersebut yaitu no 33 tahun 2013 Contoh
asam benzoat pada produk tertentu itu dibolehkan,” Kepala BPOM Provinsi Jambi Ujang Supriyatna.

Dalam permenkes tersebut ada 27 jenis tambahan pangan yang diperbolehkan. Sedangkan yang tidak diperbolehkan yakni formalin, boraks, pewarna tekstil dan lainnya.

Selain permenkes itu, ada juga PP 28 tahun 2004 tentang keamanan mutu dan gizi pangan. Dalam PP tersebut
ditegaskan bahwa pangan yang diproduksi dan diedarkan di suatu wilayah harus memenuhi keamanan pangan yaitu tidak
tercemar dari tiga cemaran yaitu Kimia, biologi dan fisika.

“Jika menyimpang maka ada sanksi kurungan dan denda sesuai peraturan tersebut,” ungkap Ujang

Dibuat oleh – Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *