Lindungi yang Jompo Pusat Suaka Orang Utan di Kalimantan Bertambah

Lindungi yang Jompo Pusat Suaka Orang Utan di Kalimantan Bertambah

Lindungi yang Jompo Pusat Suaka Orang Utan di Kalimantan Bertambah

Aocrp-4.org – Lindungi yang Jompo Pusat Suaka Orang Utan di Kalimantan Bertambah, Pusat suaka orang utan di Kalimantan bertambah.

Hashim S Djojohadikusumo meresmikan Pusat Suaka

Orang utan (PSO) ARSARI di Penajam Paser Utara,

Kalimantan Timur. Hal tersebut dilakukan memastikan satwa liar dilindungi seperti orang utan dapat

menikmati kesejahteraannya di hari tua sampai akhir hidupnya.

“Didirikannya PSO ARSARI ini adalah untuk menjawab kebutuhan suaka bagi Orang utan yang sudah

tua dan bertahun-tahun berada dalam kandang,”

Ketua Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD) itu hari ini. Berbagai kondisi orang utan tersebut tidak

memungkinkan dilepasliarkan ke alam.

Tujuannya tidak hanya menyelematkan populasi orang utan dari kepunahan. Hashim juga bercita-cita

dengan adanya PSO yang berada di Kelurahan Maridan,

Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara itu para orangutan yang berhasil diselamatkan

hidup bahagia tanpa harus dirantai dan disiksa hingga meninggal.

Di antara orang utan yang berhasil diselamatkan dan menghuni PSO ARSARI bernama Bento.

Lindungi yang Jompo Pusat Suaka Orang Utan di Kalimantan Bertambah

Bento yang berjenis kelamin jantan berhasil diselamatkan dari peliharaan ilegal di sebuah rumah

di Manado pada tanggal 8 September 2005.

Selain Bento, ada orang utan lainnya yang diberi nama Iskandar. Iskandar diselamatkan ketika

masih bayi dari perdagangan ilegal untuk diselundupkan ke Filipina pada 30 Oktober 2004.

Bento dan Iskandar ditranslokasi oleh Balai (KSDA) Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur bersama

YAD dengan dukungan Yayasan Masarang melalui Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki,

yang akhirnya bisa memulangkan mereka kembali ke Kalimantan pada 3 Oktober lalu.
Selanjutnya dua orang utan itu akan dipersiapkan untuk dipindahkan ke pulau yang akan dimanfaatkan sebagai suaka khusus.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan

kepada Hashim Djojohadikusumo sebagai Pejuang Pelestari Satwa Liar.

Hal itu diberikan atas dorongannya membangun pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar

kebanggaan Indonesia. Penghargaan dianugerahkan di Jakarta pada 22 Oktober lalu.

Dibuat oleh – Aocrp-4.org

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *