Sebab Pasangan Selalu Mengungkit Masa Lalu

Sebab Pasangan Selalu Mengungkit Masa Lalu

aocrp-4.org – Sebab Pasangan Selalu Mengungkit Masa Lalu.Jangan buru-buru marah jika pasangan kamu kerap mengungkit kesalahan kamu di masa lalu. Tindakan yang dilakukan pasangan itu walaupun menyebalkan, tapi pasti ada penyebabnya. Penyebab itulah yang harus diketahui dan dikomunikasikan bersamanya.

Dengan begitu, nantinya pasanganmu tidak lagi mengungkit kesalahan kamu di masa lalu yang bahkan kamu sendiri telah lupa. Penyebab inilah yang harus kamu dan pasangan coba uraikan dan temukan solusinya.Penelitian yang belum lama dirilis mengonfirmasikan hal yang banyak orang rasakan dalam hubungan.

Jika mempunyai kesalahan di masa lalu kepada pasangan, kemungkinan besar dia akan mengungkit hal itu biarpun sebenarnya tidak relevan. Jelas kecenderungan ini dialami banyak pasangan kekasih dan mencerminkan sebuah hubungan yang tidak sehat.

Menurut para peneliti, pemikiran seperti ini disebut “logika dapur” atau kitchen thinking. Ini adalah ungkapan populer dalam Bahasa Inggris bahwa “Partnermu bakal melempar semua barang di dapur saat berkelahi, kecuali bak cuci piring. Soalnya bak cuci berat.”

 

 

Sebab Pasangan Selalu Mengungkit Masa Lalu

 

 

Para peneliti menyampaikan empat jenis penelitian yang didesain. Semua menunjukkan bahwa orang yang merasa aman dalam hubungannya cenderung tidak berpikir menggunakan “logika dapur.” Dalam penelitian pertama, para peserta melaporkan bahwa kenangan yang bersifat negatif bisa muncul dalam sebuah “konflik baru yang tidak ada hubungannya dengan kenangan tersebut.”

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa persepsi seseorang terhadap waktu akan menentukan. Seseorang yang punya rasa “takut kehilangan” cenderung mengungkit kenangan masa lalu yang buruk. Sementara orang yang merasa aman bisa melihat keburukan masa lalu sebagai “hal yang sudah berlalu“.

Menurut para peneliti, individu yang takut kehilangan sangat mendambakan hubungan yang intim, sampai-sampai mereka sulit mempercayai partnernya. Mereka takut ditinggalkan. Orang seperti ini cenderung lebih bemasalah dan berperilaku tidak sehat dalam sebuah hubungan.

Penelitian yang kedua menguji hal ini dalam konteks hubungan romantis. Para peserta disuruh menilai seberapa berpengaruhkah kenangan negatif masa lalu mereka terhadap hubungan mereka sekarang. Hasilnya? Mirip dengan penelitian pertama.

 

 

Dibuat oleh – Cahyono Aocrp-4.org

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *