Karena Suami Selingkuh Istri Menjadi Supir Angkot

Karena Suami Selingkuh Istri Menjadi Supir Angkot

aocrp-4.org – Karena Suami Selingkuh Istri Menjadi Supir Angkot.Bagaimana kalau wanita bekerja jadi sopir angkutan kota (angkot)? Mungkin ini enggak selazim tukang ojek online. Tapi, sopir angkotlah pekerjaan yang aku lakukan.

Sebelum menikah dan punya anak, aku kerja di sebuah perusahaan swasta dan selama beberapa waktu aku bertemu dengan suami dan menikah. Sekitar tahun 2014, rumah tanggaku mulai bermasalah. Ternyata dia punya selingkuhan.

Mereka mendukung aku berpisah dengan ayahnya sebab mereka tahu aku sudah tak tahan lagi. Yang bikin aku bersyukur, mantan suami tetap sayang dan peduli pada anak pertama dan ketiganya. Karena anak kedua ikut aku, dia pun tak mendapat uang bulanan dari ayahnya. Ah, sudahlah.

Awalnya, aku pergi membawa anak kedua dan ketiga. Tapi, atas saran ibuku yang melihat kondisi ekonomiku lagi terpuruk, anak bungsu juga kuserahkan pada ayahnya. Sampai sekarang, aku masih sering kontak ke anak sulungku dan adiknya. Mantan suami sih enggak masalah kalau aku mau ketemu anakku, walau komunikasi di antara kami enggak baik.

Aku Rela Jadi Sopir Angkot demi Nafkahi Anak karena Suami Selingkuh.Perpisahan ini sebetulnya didukung anak-anak karena mereka tahu bagaimana sikap ayahnya dan aku menekankan ke mereka kalau orang tuanya berpisah bukan karena mereka.Sampai sekarang secara hukum aku belum resmi berpisah. Saat ini, yang kutahu mantan suamiku belum menikah lagi.

 

Karena Suami Selingkuh Istri Menjadi Supir Angkot

 

Setelah berpisah, aku numpang di rumah ibuku. Hidup makin penuh tekanan. Suatu hari, aku melihat sopir angkot yang memegang uang setoran dan di situlah aku punya ide narik angkot. Soalnya, aku enggak mau merepotkan ibu lama-lama.

Awalnya aku narik angkot orang lain di tahun 2016. Kemudian, beberapa bulan kemudian ada saudara yang menawari untuk menarik angkotnya. Dia pun mengajari gimana trik narik angkot. Alhamdulillahnya, sejak SMP aku sudah belajar nyetir mobil. Saat kerja dulu juga sering disuruh nyetir mobil untuk keperluan kantor.

Aku sempat malu memang jadi sopir angkot. Tapi gimana nanti untuk biaya anak? Makanya, aku cuek aja. Selama 3 tahun narik angkot pernah ada pengalaman menyebalkan banget, nyakitin. Penumpangnya ibu-ibu dan anak perempuannya, aku disebut narik angkot demi menarik perhatian laki-laki. Duh, mana mungkin saya punya niatan begitu?

Banyaknya komentar orang aku anggap aja angin lalu. Habisnya aku mau enggak mau harus menafkahi anak, membayar biaya sekolahnya, dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Aku memang sekarang sudah enggak tinggal bareng ibu karena itu rumah keluarga. Bersyukurnya, saudara ada yang tinggal di dekat daerah tempat tinggalku.

Sebagai ibu, pasti kadang aku kangen pada anak pertama dan ketigaku. Biasanya yang paling ngangenin yang bontot, dia lucu dan gemuk. Kalau sudah begitu, aku video call atau telepon mereka via anakku yang pertama. Kalau sempat, aku mengunjungi mereka di rumah neneknya dari mantan suami. Saat berkunjung ke rumah mertua, mantan suami sengaja pergi. Aku masa bodo, yang penting mertua tetap baik padaku dan aku bisa ketemu anakku.

 

Dibuat oleh – Cahyono Aocrp-4.org

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *