Pembunuhan Bocah Dilakukan Oleh Tukang Bubur

Suasana duka tampak masih menyelimuti kediaman bocah FAN di Desa Cipayung Girang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/7/2019) siang. Rumah bercat hijau toska itu masih didatangi Pembunuhan Bocah Dilakukan Oleh Tukang Bubur

Pembunuhan Bocah Dilakukan Oleh Tukang Bubur

kerabat korban untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga bocah perempuan berusia 8 tahun yang dibunuh secara keji oleh tukang bubur ayam pada Sabtu 29 Juni 2019.

Sesekali terdengar isak tangis dari ruang tamu berukuran 3×4 meter itu. Begitu pun kerabat yang datang ikut hanyut dalam kesedihan.

Bahkan, ibu korban Rahmawati (28), sampai saat ini tampak masih syok. Ia masih enggan ditemui wartawan. Pada saat kejadian Rahmawati sedang berada di Taiwan sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Dia baru tiba di tanah air pada Jumat, 5 juli 2019 petang.

Aay, saudara korban bercerita, pada Sabtu 29 Juni 2019, di hari kejadian korban menghilang, kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal begitu hening. Tak seperti biasanya, setiap hari ramai anak-anak kecil bermain. Di setiap pelataran rumah, terkadang berlari-larian.

Bahkan, di depan warungnya yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya anak-anak sambil menikmati jajanan, hari itu begitu lengang.

“Hari itu dari jam 9 pagi sampai sore sepi. Saya juga bawaannya malas, ngantuk,” kata Aay.Pembunuhan Bocah Dilakukan Oleh Tukang Bubur

Namun sebelum kejadian, Aay sempat melihat dari kejauhan FAN berlari memasuki halaman rumah kakeknya yang juga ditempati korban. Namun ia tidak menyangka,

pagi itu merupakan yang terakhir kali ia melihat sosok keponakannya.

FAN tiba-tiba hilang tanpa meninggalkan jejak. Keluarga, kerabat dan warga sekitar sibuk mencari korban mulai di aliran sungai, sumur, kebun, vila dan tempat lainnya.

Pihak keluarga menduga korban yang baru duduk di bangku kelas 2 SD ini hilang dibawa mahluk halus. Sebab, sebelum bulan Ramadan beberapa warga sempat melihat penampakan mahluk halus yang disebut Wewe Gombel di depan rumah korban.

Kejadian itu sampai membuat warga khususnya anak-anak ketakutan. “Awal dugaannya kesitu, dibawa kalong wewe atau orang mengenalnya wewe gombel,” kata Agus Budiono, paman korban.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *