Anang Iskandar Mendaftarkan Diri Sebagai Capim KPK

Langkah kaki Anang Iskandar terlihat mantap saat tiba di Sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK), Kemensetneg Jalan Veteran Jakarta Pusat, Rabu 3 Juli 2019. Jarum jam kala itu menunjukkan pukul 11.03 WIB.Anang Iskandar Mendaftarkan Diri Sebagai Capim KPK

Anang Iskandar Mendaftarkan Diri Sebagai Capim KPK

Senyum mengembang di wajahnya. Datang seorang diri, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu resmi mendaftarkan diri sebagai capim KPK.

Tak butuh waktu lama untuk menyerahkan persyaratan di lantai 2 Kemensetneg, kurang dari 30 menit.

“Jadi, saya memenuhi kewajiban saya untuk hadir mendaftar capim KPK,” kata Anang di lokasi.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu mengaku mendapat dorongan dari banyak pihak untuk maju sebagai capim KPK.

Kata dia, tak ada strategi khusus yang disiapkan. Semua keputusan tergantung pada Pansel Capim KPK. Namun, pengalaman selama 34 tahun bekerja di Korps Bhayangkara diyakini bisa menjadi bekal agar lolos sebagai komisioner lembaga antikorupsi.

“Saya punya pengalaman menjadi seorang guru, saya juga punya pengalaman penyidik, pengalaman menjadi atasan penyidik korupsi, atasan penyidik TPPU (tindak pidana pencucian uang),” ujar Anang sebelum mendaftar.

Anang memastikan, tidak ada campur tangan dari kepolisian soal pencalonannya. Dia mengaku maju sebagai masyarakat biasa, karena sudah pensiun sejak tiga tahun lalu. Sama sekali tidak ada surat rekomendasi dari Polri.

Sementara itu, hingga Rabu 3 Juli sore, pendaftar capim KPK sudah mencapai 180 orang. Tujuh pendaftar di antaranya berasal dari Polri.

“Polisi 7 orang. Jaksa atau hakim ada 12 orang. Dan paling banyak dari akademisi dan advokat,” kata anggota Pansel Capim KPK, Al Araf

Dari Polri, ada sembilan perwira tinggi (Pati) yang direkomendasikan mendaftar sebagai capim KPK.Anang Iskandar Mendaftarkan Diri Sebagai Capim KPK

Brigjen Muhammad Iswandi Hari, salah satu nama yang disebut masuk dalam rekomendasi pendaftar capim KPK, enggan berkomentar banyak mengenai pendaftaran tersebut.

Dia tak mau menjelaskan apakah sudah mendaftar atau belum mendaftar sebagai capim KPK. Mantan Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan ini memilih tertawa.

Disinggung mengenai alasannya mendaftar sebagai capim KPK, dia pun menjawab singkat.

“Hahaha, wah pertanyaan mendalam nih. Ya untuk memperkuat saja lah. Paling itu saja, demi memperkuat,” kata Iswandi

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *