Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Makar

Permohonan penangguhan penahanan empat tersangka yakni Eggi Sudjana, Soenarko, Lieus Sungkharisma, dan Mustofa Nahrawardaya telah dikabulkan penyidik Bareskrim Polri maupun penyidik Polda Metro Jaya. Masing-masing tersangka terjerat kasus yang berbeda,Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Makar

Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Makar

mulai dari kasus dugaan makar hingga kepemilikan senjata api ilegal. Berikut rangkuman perjalanan kasus keempat tersangka itu hingga dapat keluar dari rutan dengan syarat wajib lapor.

Penyidik Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Eggi Sudjana terkait kasus dugaan makar pada Senin (24/6/2019).

Penjamin Eggi adalah Direktur Hukum dan Advokasi Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang juga anggota Komisi 3 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyidik memiliki dua pertimbangan untuk mengabulkan penangguhan penahanan Eggi. Pertama, Eggi dinilai kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Selain itu, menurut Argo,

Eggi dinilai tidak akan menghilangkan barang bukti hingga tidak akan melarikan diri. “Pertimbangan penyidik untuk mengabulkan yang Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Makar

pertama karena yang bersangkutan kooperatif. Jadi, setelah kita ajukan pertanyaan (selama pemeriksaan), semua kooperatif,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin.

Usai dikabulkan permohonan penangguhan penahanannya,

Eggi mempunyai kewajiban untuk melapor ke Polda Metro Jaya dua kali sepekan yakni pada hari Senin dan Kamis. Eggi sempat mengucapkan terima

kasih kepada sejumlah tokoh nasional atas dikabulkan permohonan penangguhan penahanannya. Para tokoh yang disebut Eggi diantaranya Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian,

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Purnomo, Prabowo Subianto, dan Direktur Hukum dan Advokasi Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang juga Komisi 3 DPR RI,

Sufmi Dasco Ahmad. Eggi ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya berdasarkan proses gelar perkara pada 7 Mei 2019.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *