Jokowi Dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia

Jokowi Dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto terus berusaha meraih simpati rakyat Indonesia jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019. Perlahan tapi pasti, keduanya terus berlomba menggenjot tingkat keterpilihannya atau elektabilitas.Jokowi Dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia

Jokowi Dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia

Beberapa lembaga survei pun mengeluarkan hasil survei jelang 43 hari masa pencoblosan Pilpres 2019. Survei ini dilakukan dalam jangka waktu baru-baru ini. Lalu,

berapa elektabilitas Jokowi vs Prabowo?

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertarung di Pilpres 2019.

Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 47,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen. Jarak antarkedua pasangan ini hanya sekitar 9,2 persen.

Pada survei November 2018 lalu, suara Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen. Jika dibandingkan sekarang, hanya naik 0,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga di November 2019, 35,5 persen atau naik 3,7 persen dari survei terbaru.

Survei dilakukan 6-15 Januari 2019 dengan 1.500 responden yang tersebar di semua provinsi. Margin of error +- 2,5 persen.

Metodologi survei Pilpres 2019 yang digunakan adalah multistage random sampling dan proporsional.

Lembaga Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen.

Responden yang belum memutuskan 3,7 persen dan yang tidak menjawab 1,6 persen. Selisihnya 20,3 persen.

Sementara itu, sebanyak 77,5 persen responden telah menetapkan pilihannya dalam Pemilu 2019. Hal tersebut terdiri dari 47,8 persen pemilih tetap Jokowi dan 29,7 persen pemilih tetap Prabowo. Hasan mengatakan, hal ini membuat tingkat kepastian pemilih memilih Jokowi lebih tinggi dibanding Prabowo.

Survei dilakukan pada 18 Januari hingga 23 Januari 2019, atau tepatnya usai penyelenggaraan debat perdana pada 17 Januari. Survei dilakukan menggunakan sistem multistage random sampling dan menggunakan wawancara tatap muka.

Jumlah responden yang dilibatkan 1.230 orang di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *