Steve Emmanuel Dihadirkan Saat Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba di Polres Metro Jakarta Barat

Steve Emmanuel Dihadirkan Saat Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba di Polres Metro Jakarta Barat

Artis menjadi pengguna narkoba bukan hal yang luar biasa. Namun, kejahatan yang dilakukan Steve Emmanuel tidaklah biasa untuk ukuran artis Indonesia.Steve Emmanuel Dihadirkan Saat Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba di Polres Metro Jakarta Barat

Tak hanya jadi pengguna, seniman peran itu juga diduga menjadi penyelundup obat terlarang dari luar negeri. Tak main-main, 1 ons kokain yang dia bawa dari Belanda ternyata dari kualitas nomor satu.

Jika terbukti menyelundupkan barang haram itu, Steve Emmanuel terancam hukuman maksimal dalam KUHP

Steve Emmanuel Dihadirkan Saat Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba di Polres Metro Jakarta Barat

“Dia beli di Belanda, hampir kita pastikan itu jaringan internasional. Apalagi kokain ini pertama kali ada di Indonesia. Selama ini kokain yang kami temukan dicampur zat lain sehingga kadar enggak bagus. Yang ini masih murni,”

kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz di Polres Jakarta Barat

Fakta tersebut tidak disimpulkan polisi secara tiba-tiba. Sebelum ditangkap pada Jumat pekan lalu di Apartemen Kondominium Kintamani, Mampang, Jakarta Selatan, Steve sudah diintai aparat sejak tiga bulan sebelumnya. Kokain itu ditemukan polisi di sebuah kotak kecil parfum di lemari pakaian.

“Sejak tanggal 11 September kami dapat info bahwa ada penyelundupan kokain seberat 100 gram dari Belanda. Dia tak mengelak saat kami menemukannya,” ujar Erick.Steve Emmanuel Dihadirkan Saat Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba di Polres Metro Jakarta Barat

Selain itu, polisi juga meyakini Steve Emmanuel tidak bekerja sendirian, saking sulitnya untuk mendapatkan kokain kualitas murni.

Alasan itu pula yang membuat polisi memastikan, Steve sudah masuk ke dalam jaringan narkoba internasional.

“Tidak mungkin dia sendirian, pasti awalnya dari teman, temannya itu siapa, itu yang sedang kita dalami.

Penyidik sedang bekerja.Steve Emmanuel Dihadirkan Saat Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba di Polres Metro Jakarta Barat

Kita tanya pun masih berubah-ubah (jawabannya),” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya,

Lewat jaringan Interpol, polisi kini berupaya memburu pemasok kokain untuk Steve Emmanuel hingga ke Negeri Belanda.

Badan Narkotika Nasional (BNN) pun sepakat dengan kesimpulan aparat kepolisian, bahwa temuan dari penangkapan Steve harus diwaspadai lantaran kokain sulit ditemukan di Indonesia.

“Pada pokoknya, peredaran kokain di Indonesia sangat jarang. Kalaupun ada temuannya, itu hanya sedikit,” jelas Kepala Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko

Dia menjelaskan, seperti halnya makanan, pengguna narkoba juga selektif dalam memilih obat yang akan dia konsumsi. Kokain, misalnya, bersifat halusinogen karena

terbuat dari bahan alami. Sangat berbeda dengan amphetamin yang bertipe stimulan seperti sabu dan ekstasi, yang bahan bakunya adalah bahan kimia.

“Orang Indonesia biasanya mengonsumsi narkoba jenis stimulan, jadi suka sintetik. Biasanya, kalau sudah memakai narkotika yang alami, tidak suka sintetik. Begitu pun sebaliknya,” ujar Sulis.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *