Serangga Gua Yang Alat Kelaminnya Bertukar

Dalam dunia hewan, penis hampir selalu merupakan ciri yang dimiliki oleh spesies berkelamin jantan. Begitu pula vagina merupakan ciri hewan betina. Namun, ciri ini justru “tertukar” pada Serangga Gua Yang Alat Kelaminnya Bertukar

beberapa anggota suku aneh serangga yang tinggal di gua. Serangga tersebut dikenal dengan nama Sensitibillini. Serangga evolusioner ini terkait erat dengan tiga genus, yaitu Afrotrogla,

Serangga Gua Yang Alat Kelaminnya Bertukar

Neotrogla, dan Sensitibilla. Ketiganya jatuh pada genera (jamak genus) yang sama. Ketika para ilmuwan menemukan Neotrogla di Brasil sekitar empat tahun lalu, mereka melihat bahwa genus ini

bisa menukar organ seksual mereka. Ini sama seperti yang dilakukan oleh genus Afrotrogla. Namun, anehnya pada genus Sensitibilla,

tidak ada “pertukaran” alat kelamin ini. Melansir dari

Newsweek, Kamis (22/11/2018), serangga ini melakukan hubungan seks dengan cara betina memasukkan organ berbentuk penis tersebut pada kantong mirip vagina milik pejantan.

Aktivitas ini dilakukan dalam jangka waktu lama, antara 40 hingga 70 jam. Tujuan dari waktu lama tersebut adalah agar serangga betina menerima volume besar air mani dari pejantan. Untuk

memahami mengapa fitur seksual ini terbalik pada Neotrogla dan Afrotrogla, tim internasional dari Jepang, Brasil

, dan Swiss memeriksa organ seksual dari ketiga genus tersebut. Diwartakan dalam

Phys.org, Rabu (21/11/2018), tim menemukan bahwa tertukarnya organ seksual serangga-serangga tersebut merupakan evolusi mandiri.

Dalam laporan di jurnal Biology Letters, kesimpulan itu

diambil setelah tim melihat adanya perbedaan ukuran dan bentuk penis pada Neotrogla dan Afrotrogla.

Tim tersebut juga mencari tahu apa alasan serangga ini bertukar kelamin. Untuk itu, mereka mengamati lingkungan di mana Neotrogla dan Afrotrogla hidup. Hasilnya,

tim menemukan bahwa

gua-gua tempat serangga ini tinggal tidak mengandung banyak makanan. Ini membuat pejantan berevolusi untuk lebih tertarik mencari makanan daripada kawin. Seiring waktu, fenomena tak

biasa itu menyebabkan serangga betina mengambil peran sebagai pengejar dan inisiator perkawinan.

Hal tersebut juga menjelaskan mengapa ritual kawin pada serangga ini dilakukan dalam

durasi yang panjang. Penis serangga betina telah berevolusi sebagai kail untuk memastikan bahwa para

pejantan tidak bisa melarikan diri sebelum jumlah sperma tercukupi.Serangga Gua Yang Alat Kelaminnya Bertukar

Dengan organ tersebut, para betina memaksa pejantan tetap di tempatnya selama dua hingga tiga hari.

Para peneliti mencatat, ada banyak contoh evolusi betina dan pejantan dalam hal transfer

sperma. Meski begitu, tidak ada yang menandingi anatomi unik milik Sensitibilini tersebut.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *