Pria Bertopeng Menyerbu Kantor Pusat Perusahaan Minyak Libya

Dua pegawai NOC tewas dalam serangan itu. Sementara, 10 lainnya luka-luka,” kata perusahaan itu lewat pernyataan tertulis.
PBB dan Pemerintah Nasional Libya mengecam serangan yang mereka sebut sebagai ‘aksi teroris’ NOC mengatakan serangan itu dimulai dengan sejumlah ledakan di dalam gedung dan tembak menembak. Kemudian, beberapa pegawai sempat disandera sebelum pasukan keamanan pemerintah turun tangan dan membebaskan mereka.

Ahmed Ben Salem, Juru Bicara Pasukan Perlawanan yang merupakan milisi yang kini bertugas sebagai polisi di Tripoli, mengatakan jenazah dua pengebom bunuh diri ditemukan di dalam gedung.
Kepala Keamanan Tripoli Salah al-Semoui menuduh ISIS bertanggung jawab atas serangan itu, namun kelompok tersebut belum mengklaim aksi ini.Tetapi pada Juli, NOC mengumumkan produksi akan kembali berjalan di pelabuhan Al-Hariga, Zweitina, Ras Lanuf dan Al-Sidra yang merupakan jalur utama penjualan minyak mentah dan gas Libya.

Ekonomi Libya sangat bergantung pada minyak dengan produksi sebesar 1,6 juta barel per hari di era mendiang diktator Moamer Kadhafi. Nilai total ekspor minyaknya mencapai lebih dari 95 persen pemasukan negara itu. Setelah Kadhafi digulingkan pada 2011 silam, produksi minyak Libya turun sekitar 20 persen dari sebelumnya sebelum bisa kembali mencapai lebih dari satu juta barel per hari di akhir 2017.

OPEC memperkirakan cadangan minyak Libya mencapai 48 miliar barel dan merupakan cadangan minyak terbesar di Afrika.
Minggu lalu, NOC mengumumkan rencana meningkatkan pemasukan dari sektor minyak hingga 80 persen atau setara dengan US$23 miliar, naik dari US$13 miliar pada 2017.
Meski terjadi berbagai gangguan tahun ini, pemasukan dari sektor minyak pada enam bulan pertama tahun ini mencapai US$13,6 miliar yang telah melewati total pemasukan tahun sebelumnya.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *